Berwarna hanya sesaat
Bagaiman keadaanmu? apakah masih menunggu dengan orang sama? jika iya, cobalah untuk bersabar karna Tuhan tidak pernah mengkhianati hasil usahamu.
Walaupun awalnya kamu merasakan begitu pahit, perih, sedih, dan galau, biarkan saja orang yang kamu tunggu bersama orang lain, bisa saja kan orang yang bersamanya sekarang bukan jodoh nya nanti. Berdoa saja yang terbaik untuk dirinya dan dirimu.
"dan mungkin dia terlalu bodoh telah meninggalkan mu sekarang, tetapi kamu jangan terlalu bodoh tidak bisa melupakan nya."
*Mungkin disini aku akan menceritakan pengalaman seseorang bertemu dengan pandangan pertamanya dengan tidak menyebutkan nama dan latar belakang orang tersebut*
Awalnya dari sebuah pertemuan yang menurutku begitu biasa, karna hari itu adalah hari pertama bekerja dan satu kantor bersamanya. Di kantor pun dia lumayan terkenal karna "skill in work" nya bagus, face nya yang terbilang lumayan ganteng dan dipercaya atasannya.
Hari demi hari aku lalui di kantor, tegur sapa dengan staf yang lain, mengobrol tentang pengalaman, dan menceritakan pekerjaan yang terumit dan termudah, bahkan menceritakan pujaan hati masing-masing, walaupun aku sendiri yang single👀.
ketika pulang kerja ada notif di handphone, dan aku buka notif itu ternyata ada pemberitahuan pertemanan baru. Saat aku nerimanya, ada pesan masuk dan "hai" jarang-jarang loh ada yang ngirim ginian. Aku balas pesan tersebut dengan kalimat yang sama, dengan secepat kilat pun dia membalas dengan menyebutkan nama lengkapnya, saat itu juga terbayang tuh wajah nya.
Pagi yang cerah ini baru sadar kalo hari ini adalah hari sabtu. Hari dimana tanpa pekerjaan yang menumpuk dan tanpa menghadap komputer sekali pun. Aku kembali tidur dan terbangun pukul 17.00, yap, tanpa mandi, tanpa sarapan dan makan siang. Ketika bangun, langsung menuju kamar mandi dan bergegas mencari makan di dapur.
Malam telah tiba, malam dimana anak-anak remaja dan dewasa bekeliaran dengan pasangan mereka hahaha, nasib aku mah tiduran, baca novel, mengerjakan deadline yang harus di setor ke atasan. Satu hal yang aku lupakan adalah hp, hp aku dimana ya, saat mencari-cari ternyata ketemu nih, hemm, hp ilang kan kagak lucu juga. Ada notif dan telpon, kok tumben banget ada notif jam segini, ketika di liat ternyata DIA yang nelpon, dan mengirim pesan. Sepanjang pesan tersebut hanya satu yang fokus ternyata berisi "malam besok kita keluar, lo mau?" dan dia ngirim nya malam kemarin, berarti malam ini dong. Gilak, gimana ini, telat sudah pasti. Ketika mau dibalas, dia nya nelpon dan bodohnya aku langsung menerima panggilan itu, shit😓.
Alunan musik ini membuat suasana menjadi sunyi, aku hanya terdiem tanpa satu kata pun. Aku nerima tawaran nya untuk diajak makan malam bersamanya dan menemani nya mencari angin karna beberapa minggu belakangan ini banyak pekerjaan yang harus diselesaikan karna bentar lagi penghabisan akhir tahun. Selesai makan pun kami keluar mencari suasana yang menyejukan pikiran yang mumet nya yaaaa lumayan menyiksa sekali.
Hari demi hari kami sering melakukan bersama, jalan, main, makan, mencari hiburan, dll. Tetapi ada yang mengganjal didalam nya, jangan bilang aku menyukainya. Bagaiman ini? apaa yang aku lakuakan nanti? apakah aku tetap seperti ini? tidak, aku tidak mau, aku tidak mau terjadi.
"ada kalah nya kamu mengerti apa yang terjadi, kamu yang masih ingin bersama atau kamu ingin berhenti disaat-saat yang mengasikan perajalanan tersebut."
![]() |
| kamu.. orang yang membuat hariku berwarna walaupun sesaat. |
Pada saat nya beberapa hari, minggu bahkan bulan kami tidak saling berkomunikasi. Entah apa yang terjadi pada dirinya, bahkan aku tidak menanyakan kabarnya, tapi beberapa hari yang lalu aku sempat bertanya, tetapi diabaikan, mulai saat itu pun aku tidak menghubungi dia lagi.
Aku menjalankan hari-hari ku seperti biasa, bahkan di kantor pun aku tidak menegurnya bahkan menyapa nya sama sekali pun, aku sudah kecewa, sakit mengingat kejadian-kejadian kami lalui bersama. Dan saat aku bertemu dengan teman nya, dia mengatakan "gue tau apa yang terjadi pada lo dan dia, sebenarnya gue tidak bermaksud untuk menyampaikan ini, tapi dengan melihat lo seperti ini gue wajib cerita apa yang terjadi." bahkan yang aku merasakan seperti ada yang menusuk bahkan menarik hati ini, menyobek membuat luka di dalam nya. aku bahkan terdiam dan membiarkan nya untuk berbicara. "gue tau pada akhirnya lo bakal sakit, sebenernya dia udah punya pacar bahkan mau tunangan tapi mereka LDR, pacar nya masih kuliah di luar kota. Dari awal gue udah ngelarang tapi dia masih tetap jalani ini semua bareng lo, dan dia udah nyaman banget deket lo. Dan dia bingung mau gimana, dan sekarang pacar nya pulang karna liburan akhir semester". Mendengarkan pernyataan itu rasanya SAKIT, apa yang aku lakukan? apa? aku terlalu bodoh tidak mencari tahu latar belakang dia. Tapi terlambat, aku hanya pelarian dia disaat merasakan kesepian.
"kamu tau apa yang lebih sakit? disaat kamu merasa diprioritaskan tetapi kamu adalah sebuah pelarian disaat dia merasakan sepi bahkan butuh teman untuk melepaskan kerinduannya kepada pujaan hatinya saja."
to be continued.............😜
(ceritanya akan dilanjutkan lagi ketika aku selesai UAS yaaa😁😁 sorry)

Terima kasih yang telah membaca, maaf atas penulisan atau ejaaan yang salah😊😊
BalasHapus